Orang Indonesia Habiskan Rp138 Triliun untuk Membeli Rokok

Sumber media : Kompas

By. djo

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyebutkan setiap tahun orang Indonesia menghabiskan biaya Rp231 triliun untuk dan karena rokok. “Sejumlah Rpl38 triliun untuk membeli rokok, kemudian ada lagi Rp2,ll triliun untuk biaya pengobatan sakit karena merokok itu,” kata Menteri Nafsiah di Balikpapan, Rabu (16/1).Penyakit akibat merokok tersebut adalah sakit jantung, kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, tekanan darah tinggi, hingga gagal ginjal. Padahal pendapatan negara dari cukai rokok hanya Rp55 triliun.Menteri Kesehatan juga membeberkan, 78 persen anak usia antara 8-15 tahun terpapar asap rokok di luar rumah. Kemudian sebanyak 11,9 juta balita terpapar asap rokok di rumah sendiri. “Ya oleh orangtua, apakah bapaknya, ibunya, saudaranya, yang merokok di rumah,” katanya.

Terpapar asap rokok sejakkecil, selain memperbesar peluang anak itu menjadi perokok juga, juga membuat risiko terkena penyakit-penyakit akibat merokok semakin besar. “Tidak mengherankan kita kesulitan mendapatkan atlet yang mumpuni fisiknya, yang paru-parun-ya bagus dan berkembang sem-pumya,” katanya.Sebelumnya, dengan disaksikan Menteri Kesehatan RI Gu-bemur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak memimpin deklarasi dukungan atas pelarangan iklan, promosi, ataupun sponsorship secara menyeluruh dari produk rokok.Gubernur bahkan menegaskan dukungan atas larangan itu dengan mematahkan sebuah rokok raksasa yang terbuat dari busa styrofoam. Di belakang Gubernur dan kemudian turut menandatangani deklarasi, adalah para bupati dan wali kota beserta kepala-kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) se Kalimantan Timur.

Selain mendukung larangan terhadap iklan dan promosi rokok, termasuk tidak menerima sponsor dari perusahaan rokok, juga didukung pelaksanaan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR). Itu mulai dari kantor pemerintah, kantor swasta, rumah sakit, pusat perbelanjaan seperti mal, sekolah, hingga angkutan umum,” kata Gu-bemur.Kawasan-kawasan tersebut, tegas Gubernur, harus bebas dari asap rokok dan harus menjadi kawasan yang sehat dengan udara yang bersih. Termasuk dalam deklarasi juga kesepak-atan untuk menerapkan dan mengawasi kawasan-kawasan sehat tanpa rokok itu dari oleh perangkat daerah. Setelah ini, Gubernur berharap kesehatan masyarakat Kalimantan Timur bisa meningkat jauh lebih baik daripada sekarang yang masih terpengaruh asap rokok. “Mencegah lebih baik daripada, mengobati,” kata Gubernur.

 

Dari Pontianak Antara memberitakan Menkes dijadwalkan akan mengunjungi Kota Singkawang selama dua hari mulai Sabtu (19/1) hingga Minggu. “Ada sejumlah kegiatan yang akan diikuti Menkes bersama rombongan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap saat dihubungi di Pontianak, Rabu (16/1).Nafsiah Mboi rencananya akan mengunjungi pelayanan di sejumlah puskesmas yang ada di Kota Singkawang. Selain itu meninjau pelayanan posyandu serta RSUD dr Abdul Azis Kota Singkawang. “Rumahsakit tersebut sudah direnovasi, mungkin Bu Menteri Kesehatan ingin melihat kondisi sekarang seperti apa,” ujar dia.Kemudian, rombongan juga melihat Klinik Mawar yang menjadi tempat pelayanan bagi kalangan penderita HIV/AIDS. Kota Singkawang termasuk kota dengan jumlah penderita HIV/ AIDS tinggi di Provinsi Kalbar. “Menteri juga akan melakukan dialog dengan jajaran kesehatan di Kota Singkawang serta lintas sektoral,” kata Andy Jap. Ia mengungkapkan, kunjungan kerja itu juga sekalian dengan bakti sosial terkait kegiatan Natal Oikumene tingkat nasional. “Kebetulan beliau juga menjadi panitia Natal Oikumene tingkat nasional,” ujar Andy Jap.Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sebelumnya pernah mengunjungi Kalbar untuk meresmikan Rumah Sakit Kota Pontianak serta dialog dengan petugas kesehatan se-Kalbar. (djo)

Print Friendly, PDF & Email
line