Tarif Cukai Naik, Bisnis GGRM Tetap Mengebul

Tarif Cukai Naik, Bisnis GGRM Tetap Mengebul

By. Surtan PH Siahaan

Para analis yakin kenaikan tarif cukai tahun depan tak akan menurunkan bisnis Gudang Garam

JAKARTA. Industri rokok diprediksi masih tetap mengge-liai di tahun depan. Kenaikan kenaikan tarif cukai rokok 2013 rata-rata sebesar 8,5% dinilai tak terlalu mempengaruhi bisnis produsen rokok besar, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM)Para analis yakin, kenaikan tarif cukai rokok tidak akan membuat kinerja GGK puruk. Lagi pula, besaran kenaikan tarif cukai rokok tahun depan lebih kecil ketimbang tahun ini 1396-16%.Analis Sucorinvesi Central Gani, lsfhan Helmy menilai, prospek GGRM tahun depan lumayan cerah. Sejumlah fak-toi -.perti harga bahan baku dan kondisi ekonomi yang membaik akan menguntung-kan emiten yang listing saham sejak 27 Agustus 1990 tersebut. Harga cengkih dan tembakau mulai turun di kuartal IV-2012, setelah naik tinggi beberapa waktu lalu

Harga bahan baku utama rokok ini juga diprediksi kembali normal pada tahun depan. “Cuaca tahun depan diprediksi lebih baik dari dua tahun terakhir. Ini juga berpengaruh terhadap produksi,” ujar dia.Harga cengkih tahun ini memang sempat menyentuh Rp 200.000 per kilogram dari harga normalnya sekitar Rp 60.000 per kilogram. Padahal, kata lsfhan, porsi cengkih dan tembakau dalam ongkos produksi cukup besar, sekitar 25% dari biaya produksi.Analis BNI Securities, Akhmad Nur Cahyadi menambahkan, pemerintah masih mencoba mempertahankan keber-adaan industri rokok meski di sisi lain kebyakan cukai men- * Mumkan upaya membatasi penjualan rokok. Industri rokok, sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar, tidak akan mudah dilikuidasi.Harga cengkih dan tembakaudiprediksi kembali normal di tahun depan.Maklum, sektor ini termasuk kategori industri padat karya. “Sumbangan terhadap pendapatan negara juga be-kata dia.Kalaupun tarif cukai naik. GGRM punya opsi menaikkanhargajual. Pengalaman kenaikan harga produk GGRM selama dua tahun terakhir ter-nyata tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan. Menurut lsfhan, pasar masih bisa menerima kalau tahun depan GGRM menaikkan hargajual produk sebesar 11%.

Laba akan naik

Analis Mandiri Sekuritas, Oktavius Oky Prakarsa, sependapat prospek bisnis GGRM akan kembali cerah tahun depan. Dalam risetnya, Oky menyebut, rencana peningkatan volume penjualan merek Gudang Garam Surya sebesar 3% year on year dan kenaikan harga produk hingga 11% akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan GGRM.Ketiga analis itu mempre-diksi, tahun depan laba bersih GGRM akan meningkat, lsfhan menebak, laba bersih GGRM di 2013 akan naik 34,2% menjadi Rp 4,9 triliun. Sedangkan laba bersih GGRM pada akhir tahun ini diprediksi hanya mencapai Rp 4,1 triliun.lsfhan menyarankan beli saham GGRM dengan target harga Rp 58.000. Dia memprediksi priceeming ratio (PER) GGRM sebesar 18 kali untuk 12 bulan ke depan. Akhmad juga merekomendasikan beli saham GGRM. Cuma dia belum bisa memberikan target harganya.Oky pun menyarankan beli sahan i ini dengan target harga Rp 58.000 per saham. Oky memperkirakan PER GGRM pada 2013 mencapai 20 kali. Kemarin, harga saham GGRM naik 1,2% ke posisi Rp 52.650 per saham.

Print Friendly, PDF & Email
line
Translate »