Gerakan Indonesia Berkibar Ajak Perbaiki Pendidikan

Gerakan Indonesia Berkibar Ajak Perbaiki Pendidikan

By. M13

Gerakan Indonesia Berkibar (GIB) mengajaksemua pihak untuk memperbaiki kualitaspendidikan di Indonesia. Diharapkan bisamenjadi wadah yang mengusung kemitraanPemerintah dan swasta (Public-PrivatePartnership).GERAKAN Indonesia Berkibar merupakan sebuah gerakan nasional yang mengajak peran serta korporasi baik swasta maupun BUMN, media, dan komunitas untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun pendidikan di Indonesia.Gerakan ini diharapkan menjadi pertemuan antara yang melapor, yang punya solusi dan fasilitator. Jadi mereka tidak bergerak sendiri-sendiri tapi bisa bersama-sama membuat pendidikan Indonesia menjadi lebih baik, kata Ketua Umum GIB Saflq Pontoh saat konfrensi pers kepada wartawan di Graha Niaga, Sudirman, jakarta Selatan, belum lama ini.Pembentukan gerakan ini, kata Safiq, berawal dari keresahannya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah. Keresahan itu bertambah ketika melihat laporan dari UNESCO yang menempatkan Indonesia dalam peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index pada tahun 20U.

 

Menurutnya, rendahnya kualitas pendidikan akan menimbulkan persoalan pertumbuhan ekonomi yang rendah, kemiskinan, kesehatan, serta bidang yang lain. Lanjutnya, tawuran antar pelajar merupakan contoh kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah.Apabila perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maka tidak hanya dari segi kuantitas melainkan dari segi kualitas kesejahteraan masyarakat pun lebih baik dan mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia lebih baik,” ujarnya.Safiq menjelaskan, siapapun bisa melapor ke GIB bila menemukan sekolah-sekolah atau sarana pendidikan yang membutuhkan pertolongan. Misalnya ada yang melapor suatu bangunan sekolah ada yang rusak, maka kita cari solusinya dan cari fasilitator yang bisa memperbaikinya,* kata Safiq mencontohkan.4 programGIB tidak hanya membantu memperbaiki sarana sekolah saja tapi juga terkait kualitas Guru. Mereka mempunyai empat program terkait peningkatan kualitas tersebut yaitu progam peningkatan profesionalisme gum, program kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah, program tata kelola sekolah, dan progam lanjutan.

 

Keempat program itu akan diberikan secara gratis bila sekolah-sekolah membutuhkannya. Masyarakat bisa melaporkannya dalam website GIB, hww. lndonesiabafobar.org. Website tersebut akan resmi dibuka saat peluncuran resmi secara nasional di Gedung Arsip Nasional RI pada tanggal 28 Oktober 2012.Ia menuturkan laporan yang masuk akan diperiksa dulu kebenarannya agar terhindar dari perbuatan orang iseng atau ingin mencari keuntungan. Gerakan ini tidak hanya menunggu laporan saja dari masyarakat tapi juga turun langsung ke lapangan melalui tim fasilitator dari sponsor # yang mendukung kami seperti Sampoerna Grup dan Dompet dhuafa, ujarnya.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kcmcndikbud) mengapresiasi dan mendukung penuh apa yang diperbuat GIB. Karena urusan pendidikan itu urusan banyak orang dan merupakan fokus pemerintah. Maka kementrian memberikan apresiasi dan dukungan terhadap gerakan Indonesia berkibar, ujar Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan.

Sementara itu Agus dari Dompet Duafa berharap gerakan ini bisa meluluhkan Kiti donator untuk membangun sekolah-sekolah yang rusak. Karena kenyataan yang ia temui di lapangan, masyarakst baru mau menyumbang kalau ada bencana alam yang menyerang suatu daerah atau ada peristiwa yang menimbulkan air mata. “Gerakan ini bagus agar Iata bisa mendapat infprmasi yang banyak seputar kebutuhan pendidikan di Indonesia, ujarnya.Akan tetapi GIB scpcrtnya melupakan keberadaan anak jalanan yang sebenarnya paling membutuhkan pendidikan. Hal itu tampak ketika donatur dari Sampoerna Grup Bambang menuturkan gerakan ini baru fokus pada anak sekolah. Kita juga sedang memikirkan desain program untuk anak jalanan,” ujarnya. M13

Print Friendly, PDF & Email
line
Translate »